Senin, 19 November 2012

0
NORMALISASI


Tahapan  Normalisasi

             Bentuk Tidak Normal  umekcewet.blogspot.com
                                    Menghilangkan perulangan group
             Bentuk Normal Pertama (1NF)  dimisk8.blogspot.com
                                    Menghilangkan ketergantungan sebagian(dependensi parsial)
             Bentuk Normal Kedua (2NF)  dimisk8.blogspot.com
                                    Menghilangkan ketergantungan transitif (dependensi transitif)
             Bentuk Normal Ketiga (3NF)  syahdu074.blogspot.com
                                    Menghilangkan anomali-anomali hasil dari
ketergantungan fungsional (menghilangkan ketergantungan yg penentunya bukan kunci kandidat)
            Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)  syahdu074.blogspot.com
                                    Menghilangkan Ketergantungan Multivalue
            Bentuk Normal Keempat (4NF)  scsblokociyyus.blogspot.com
                                   Menghilangkan anomali-anomali yang tersisa (mengatasi dependensi gabungan) 
           

Ø  Dependensi (Ketergantungan)
Konsep dasar pada tahap normalisasi yang menjelaskan hubungan atribut atau secara lebih khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan atribut lainnya.
Ø  Macam-macam dependensi, yaitu :
a.       Dependensi fungsional
Definisi : Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.
Notasi    :   X    ->      Y      (X secara fungsional menentukan Y)
Contoh   : Tabel Pesanan
Pembeli
Kota
Barang
Jumlah
P1
Yogya
B1
10
P1
Yogya
B2
5
P2
Jakarta
B1
4
P2
Jakarta
B2
7
P3
Solo
B3
6
P3
Solo
B4
6
Pembeli secara fungsional menentukan kota, sebab setiap pembeli yang sama  mempunyai kota yang sama, dengan demikian :   Pembeli -> Kota 
contoh lain                    :  {Pembeli, Barang} Jumlah
Keterangan:
v  Bagian yang terletak disebelah kiri tanda panah biasa disebut DETERMINAN / PENENTU dan bagian yang terletak di sebelah kanan panah disebut DEPENDENSI / YANG TERGANTUNG.
v  Tanda {} biasanya digunakan untuk menentukan lebih dari satu atribut sebagai penentu atau sebagai yang tergantung.
b.       Dependensi fungsional sepenuhnya
Definisi : Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional penuh terhadap X jika
v  Y mempunyai dependensi fungsional terhadap X dan/atau
v  Y tidak memiliki dependensi terhadap bagian dari X
Contoh :      
                  {Pembeli, Barang}     ->      Jumlah
v  Intinya :  
Jumlah mempunyai dependensi fungsional terhadap gabungan Pembeli dan Barang, bukan pada bagian dari {pembeli,Barang}, sehingga jumlah memiliki dependensi fungsional sepenuhnya terhadap {Pembeli, Barang}
c.        Dependensi Total
Definisi : Suatu atribut Y mempunyai dependensi total terhadap atribut X jika
v  Y memiliki dependensi fungsional terhadap X dan
v  X memiliki dependensi fungsional terhadap Y
v  Notasi  :  X     <->    Y
v  Contoh : Tabel Pemasok

KodePemasok
NamaPemasok
Kota
K1
Kartika
Jakarta
C1
Citra
Bandung
C2
Candra
Jakarta





Pada kasus ini  KodePemasok    <->      NamaPemasok, karena setiap kode tidak mempunyai nama yang sama.
d.       Dependensi Transitif
Definisi : Atribut Z mempunyai dependensi transitif terhadap X bila :
 Y memiliki dependensi fungsional terhadap X
 Z memiliki dependensi fungsional terhadap Y
                                               X à Y à Z          
Contoh :

Kuliah
Ruang
Tempat
Waktu
Jarkom
Merbabu
Gedung Utara
Senin
Basis Data
Arjuna
Gedung Selatan
Selasa
Matematika
Merapi
Gedung Barat
Rabu
Fisika
Merbabu
Gedung Timur
Kamis










v Relasi : Kuliah       ->     {Ruang, Waktu}
  Ruang        ->       Tempat
                      Terlihat bahwa :    Kuliah   ->   Ruang     ->      Tempat
v Dengan demikian Tempat mempunyai dependensi transitif terhadap kuliah

Ø  Diagram Dependensi Fungsional (Diagram DF)
Adalah diagram yang digunakan untuk menggabarkan dependensi fungsional. Diagram ini menunjukkan hubungan antara atribut yang menjadi penentu atribut lainnya, dengan hubungan yang dinyatakan dengan tanda panah.

         e.   Boyce-Code Normal Form (BCNF)
Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X ->Y maka X adalah super key.
tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi.
Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X  A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.
        f.    Bentuk Normal Tahap Keempat (4NF)
Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute.
Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies.

0 Idenntifikasi Masalah Komputer Melalui Suara

PANIK!!! Itulah yang terjadi kepada kebanyakan orang ketika mendengar suara tak lazim yang keluar dari komputernya ketika dibooting. Sebenarnya setiap bunyi beep yang keluar dari komputer itu adalah informasi tentang keadaan komputer.
  • Beep 1x pendek, menandakan bahwa komputer dalam keadaan baik.
  • Beep 1x panjang, menandakan telah terjadi pada harddisk.
  • Beep 1x panjang – 1x pendek, menandakan terjadi masalah pada motherboard.
  • Beep 1x panjang – 2x pendek, menandakan terjadi masalah pada VGA (video graphics adapter) yang berhubungan langsung dengan monitor.
  • Beep 3x panjang, menandakan terjadi masalah pada keyboard.
  • Beep pendek terus-menerus, menandakan telah terjadi masalah pada powersupply.
  • Beep panjang terus-menerus, menandakan telah terjadi masalah pada memory.
Dengan mendengarkan suara yang dihasilkan oleh komputer ketika dibooting, Anda dapat mengetahui kondisi komputer Anda dan tahu apa langkah apa yang seharusnya Anda tempuh untuk mengatasinya.