Tahapan Normalisasi
Bentuk Tidak Normal umekcewet.blogspot.com
Menghilangkan
perulangan group
Bentuk Normal Pertama (1NF) dimisk8.blogspot.com
Menghilangkan
ketergantungan sebagian(dependensi parsial)
Bentuk Normal Kedua (2NF) dimisk8.blogspot.com
Menghilangkan
ketergantungan transitif (dependensi transitif)
Bentuk Normal Ketiga (3NF) syahdu074.blogspot.com
Bentuk Normal Ketiga (3NF) syahdu074.blogspot.com
Menghilangkan
anomali-anomali hasil dari
ketergantungan
fungsional (menghilangkan ketergantungan yg penentunya bukan kunci kandidat)
Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) syahdu074.blogspot.com
Menghilangkan
Ketergantungan Multivalue
Bentuk Normal Keempat (4NF) scsblokociyyus.blogspot.com
Menghilangkan
anomali-anomali yang tersisa (mengatasi dependensi gabungan)
Ø Dependensi (Ketergantungan)
Konsep dasar
pada tahap normalisasi yang menjelaskan hubungan atribut atau secara lebih
khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan atribut lainnya.
Ø Macam-macam dependensi,
yaitu :
a.
Dependensi fungsional
Definisi : Suatu atribut Y mempunyai dependensi
fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan
dengan sebuah nilai Y.
Notasi :
X -> Y (X
secara fungsional menentukan Y)
Contoh : Tabel Pesanan
Pembeli
|
Kota
|
Barang
|
Jumlah
|
P1
|
Yogya
|
B1
|
10
|
P1
|
Yogya
|
B2
|
5
|
P2
|
Jakarta
|
B1
|
4
|
P2
|
Jakarta
|
B2
|
7
|
P3
|
Solo
|
B3
|
6
|
P3
|
Solo
|
B4
|
6
|
Pembeli
secara fungsional menentukan kota, sebab setiap
pembeli yang sama mempunyai kota yang sama, dengan
demikian : Pembeli -> Kota
contoh lain
:
{Pembeli, Barang} Jumlah
Keterangan:
v Bagian yang terletak
disebelah kiri tanda panah biasa disebut DETERMINAN / PENENTU dan bagian yang
terletak di sebelah kanan panah disebut DEPENDENSI / YANG TERGANTUNG.
v Tanda {} biasanya
digunakan untuk menentukan lebih dari satu atribut sebagai penentu atau sebagai
yang tergantung.
b.
Dependensi fungsional sepenuhnya
Definisi :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional penuh terhadap X jika
v Y mempunyai dependensi
fungsional terhadap X dan/atau
v Y tidak memiliki dependensi
terhadap bagian dari X
Contoh :
{Pembeli, Barang} -> Jumlah
v Intinya :
Jumlah
mempunyai dependensi fungsional terhadap gabungan Pembeli dan Barang, bukan
pada bagian dari {pembeli,Barang}, sehingga jumlah memiliki dependensi
fungsional sepenuhnya terhadap {Pembeli, Barang}
c.
Dependensi Total
Definisi :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi total terhadap atribut X jika
v Y memiliki dependensi
fungsional terhadap X dan
v X memiliki dependensi
fungsional terhadap Y
v
Notasi :
X <-> Y
v Contoh : Tabel Pemasok
KodePemasok
|
NamaPemasok
|
Kota
|
K1
|
Kartika
|
Jakarta
|
C1
|
Citra
|
Bandung
|
C2
|
Candra
|
Jakarta
|
Pada kasus ini KodePemasok <-> NamaPemasok, karena setiap kode tidak mempunyai nama yang sama.
d.
Dependensi Transitif
Definisi :
Atribut Z mempunyai dependensi transitif terhadap X bila :
Y memiliki dependensi
fungsional terhadap X
Z memiliki dependensi
fungsional terhadap Y
X
à Y à Z
Contoh :
Kuliah
|
Ruang
|
Tempat
|
Waktu
|
Jarkom
|
Merbabu
|
Gedung Utara
|
Senin
|
Basis Data
|
Arjuna
|
Gedung Selatan
|
Selasa
|
Matematika
|
Merapi
|
Gedung Barat
|
Rabu
|
Fisika
|
Merbabu
|
Gedung Timur
|
Kamis
|
v Relasi : Kuliah -> {Ruang, Waktu}
Ruang -> Tempat
Terlihat bahwa : Kuliah -> Ruang -> Tempat
v Dengan demikian Tempat
mempunyai dependensi transitif terhadap kuliah
Ø Diagram Dependensi Fungsional (Diagram DF)
Adalah diagram
yang digunakan untuk menggabarkan dependensi fungsional. Diagram ini
menunjukkan hubungan antara atribut yang menjadi penentu atribut lainnya,
dengan hubungan yang dinyatakan dengan tanda panah.
e. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X ->Y maka X adalah super key.
tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi.
Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.
f. Bentuk Normal Tahap Keempat (4NF)
Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute.
Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies.


0 Comments
Bagaimana Pendapat Anda ?